Minggu, 16 November 2014

jam-dua-belas-siang

Tubuhku jauh melangkah maju mengikuti waktu, namun jiwaku entah tertinggal dimana, aku tahu kau kan terbahak mengetahuinya, tak sedikitpun aku meminta belas kasihmu, aku hanya ingin terlepas dari ini semua. Aku masih tak berdaya, kali ini mataku terasa panas, kepalaku sakit menyusun setiap kejadian yang berhamburan, tanganku masih bergetar, entah seberapa lama lagi aku cukup kuat menuliskan semuanya. Selama ini aku masih bersembunyi dalam pedihku, kututupi setiap keluh, melayang dalam senyum palsu. Badan ku lemas, masih ku coba terus untuk menuliskan semua, sempat berkali terlintas mungkin kali ini tiba waktu ku untuk berhenti bertahan, harus ku lepas segala harapan tersia-siakan. Tepat pukul dua-belas-siang semestinya diluar matahari sedang teriknya, tapi didalam sini aku menggigil kedinginan, memaksaku meletupkan kehampaan. -tee [jam dua belas siang]

Minggu, 10 Agustus 2014

Supermoon

Lagi natap bulan yg katanya supermoon nih, yaitu jarak terdekat antara bulan dan bumi, mau bikin puisi, takut disangka lagi galau terlebih lagi nanti dikira alay nulis puisi mulu hehe, mending nulis pesan aja kali yah... pesan ini untuk seorang pria yang saat ini entah berada dimana..

~~~~~~~~~~ ������ ~~~~~~~~~~~

Hai kamu yang disana..
Pria yang akan menjadi..
Imam ku didunia dan diakherat kelak
Dimana pun saat ini kau ada..
Kita belum bisa bersatu..
Belum saatnya..

Namun seandainya saat ini pula
Kau menatap bulan yang sama
Anggap kita sedang beradu pandang..

Dan bila kau taruh tangan mu
Tepat diatas detak jantungmu
Lalu kau rasa kan debarannya
Anggap itu detak jantung ku
Saat ketika aku memikirkanmu..

Sekali lagi coba kau hirup udara malam ini
Dan terpejamlah, rasakan...
Sudah pasti itu adalah udara yg sama..
Yang sama-sama aku hirup saat ini..

Sama seperti kita tak akan bisa
Menggenggam bintang
Tapi aku yakin saat ini
Aku dalam genggamanmu..
Seperti aku yakin kau tak akan
Tertukar dengan yang lain..

Jangan bersedih saat raga mu
Belum mampu mendekapku
Biarkan serahkan pada-Nya
Allah yang kan selalu menjagaku

Sama seperti bulan yang kadang
Terselimuti awan tak dapat dipandang
Namun tiada yang menyangkal keindahannya
Seperti itu keindahan kita nanti saat berjumpa
Belum terlihat namun telah ku yakini

Aku mencoba bangkit dan berdiri lagi
Demi menemukanmu
Demi bahagia bersamamu..

Oh hei kamu yang disana..
Jangan harap kau luput dari setiap doaku
Semoga kau selalu dalam lindungan-Nya..

-Tee

~~~~~~~~~~ ������ ~~~~~~~~~~~

Sabtu, 02 Agustus 2014

Bukan Hanya untuk Bertahan

Kau tahu badai?
Aku melewatinya hingga sampai kesini
Tidak sulit untukku
Tapi tidak juga semudah itu

Kau tentu tahu topan?
Aku bertahan dari terjangannya
Sepertiga tubuhku hancur terbawa
Dan ini murni yang tersisa

Jangankan gemuruh
Malam saja pun bisa mengiris-iris
Membuat pagi mengais peluh
Siang dengan kobaran teriknya
Dan senja mulai mengembalikan
Malam malam ku yg kelabu

Ini tanganku...
Yang kau genggam hingga ke ujung jurang ini,
Lalu kau menghilang dalam kabut itu,
Kau tahu langkahku tak bertuju
Aku tak dapat berjalan dalam gulita

Sisi-sisi lain mencoba mendorongku terjatuh
Bukan hanya raga yang mencoba bertahan
Tapi juga keyakinan bahwa
Aku pantas berada disini
Bahagia berdiri di atas sini

Aku tidak dapat menghapus sedih
Bahkan aku tak dapat mengembalikan yg pergi
Tapi air mata dapat mengubah dirinya
Dalam butiran yg menemani saat aku bahagia

Pada akhirnya
Aku ada sampai hari ini
Bukan hanya untuk sekedar bertahan
Tapi mengubah air mata itu
Menjadi senyuman..

Jumat, 01 Agustus 2014

Iya 'ada'

Adakah yang IA pertemukan tanpa maksud didalamnya.. Adakah yang telah IA rencanakan untuk dipertemukan tanpa tujuan bagi keduanya.. Lalu untuk apa IA menuntun jalanmu kembali menemuiku? Untuk tujuan apa kau kembali kesini..

Bagaimana bila ku mulai terbiasa dengan kehadiranmu? Bagaimana bila aku sudah lagi tak bisa tanpamu? Sementara kini kau mulai menjauh...

Kau mulai menyalahkan keadaan yang tak mampu aku mengubahnya.. tentang kamu tentang siapa kamu.. dan kau mulai berdoa semoga kamu memang bukan untukku.. sementara hati ku hanya senyum kecut membisu...

Aarghh adakah yang IA pertemukan untuk bertemu kembali hanya untuk IA pisahkan kembali....?

Selasa, 29 Juli 2014

Satu dari Milyaran yang Ada ❤

Jauh sudah terdengar..
Buaian rindu yg biasanya lantang tersiar
Lama telah ku dekap..
Ungkapan cinta yg biasanya sering terucap

Dan kemudian semua terasa membeku
Masih mampukah hati merasakan rindu
Masih adakah sedikit saja cinta untuk ku
Dan dapatkan cita cinta selamatkan aku?

Siapa pun tak akan menyangka
Rasa itu tumbuh luar biasa
Kau yang ada sedari dahulu
Mengapa baru terasa oleh ku

Dirimu kah satu dari milyaran itu
Akan aku biarkan hatiku melaju
Semakin terjerat keajaiban cintamu
Semakin menggila tak berdaya merinduimu

Siapa sangka cinta yg kucari kemana-mana
Sementara ia tak pernah jauh dari ku
Ahhh bodoh selama ini aku kemana saja
Biar kusimpan dulu sajalah

Biarkan sampai rasa ini tumbuh sempurna
Tumbuh besar seirama dengan nada
Pijakkan aku bisa saja menjatuhkan aku
Namun entah keyakinan dari mana
Kan selalu ada kamu siap menopang ku

Tapi aku masih takut, ragu, oh sayangnya begitu
Hanya saja ini pesan untukmu nanti
Jangan buat hari-hariku terbiasa denganmu
Lalu kemudian kau pergi dengan mudahnya

Minggu, 13 Juli 2014

Untuk yang bisa menciptakan tawa

Aku..
gak butuh lagi..
seseorang..
yg penuh janji..
dan berjuta tanda tanya..

Aku..
butuh seseorang..
yang tindakan..
dan ucapannya..
sejalan..
Aku..
gak perlu lagi buaian..

Yang dengannya aku bisa menciptakan tawa
Yang dengan bersamanya ku hentikan derita
Yang dengan orang melihatnya saja bisa tahu
Bahwa ia mencintaiku...

Mungkin dia..
Atau mungkin kamu..
Ahhh atau mungkin yang lain..

Atau mungkin...
Memang kamu..

Sabtu, 05 Juli 2014

Sedikit jawaban dari beberapa pertanyaan

Siapa lagi yang ingin bertanya apakah saat ini aku baik-baik saja? Yaa aku baik-baik saja, sepertiga diriku berdiri mengikuti langkahku, sisanya? Aku tinggalkan jauh dibelakang. Lalu apa kalian akan bertanya, mengapa aku menyisakan sebagian dari diriku dibelakang? Tentu saja aku meninggalkannya, sebagian dari diri yang mudah terluka, sebagian diri yang terlalu berharap, dan beberapa bagian ku kunci rapat ruang-ruang yg mulai sedikit membeku.

Dan sekarang, kita selalu tahu jatuh itu menyakitkan, tapi jangan berharap ada tangan yg selalu bersedia mengangkatmu, jika bukan diri mu sendiri bangkit dan menjangkau tangan-tangan itu, mempercayakan mereka menghapus sedikit demi sedikit tetesan air mata di pipimu yg belum mengering, sampai kini jutaan pelukan telah ku dekap, dan bila hari ini kamu melihatku tersenyum, jangan takut itu bukan suatu kepalsuan lagi.. -tee

Kamis, 03 Juli 2014

A little choice for a big Life

Hidup memang tak kan pernah se-happy ending dongeng, lalu kenapa kita gak buat hidup itu bagaikan dongeng dengan penuh keajaiban di dalamnya... harapan dan impian tak akan menjadi hambatan bila tak terwujud, masih ada jutaan bintang di langit yang luas, petik yang ingin kau petik, raih yang ingin kau raih, kejar yang ingin kau kejar.. air mata, rasa sakit dan kenangan buruk bukan secepatnya berharap lekas untuk dilupakan, tapi jadikan pelajaran untuk merangkai senyuman di depan sana.. rasakan sakit seperlunya, rasakan rindu semampunya, rasakan cinta seperlunya, dan jatuhkan sedikit harapan pada setiap janji sesama manusia, untuk siap menghadapi sedikit kekecewaan.. ��

Kamis, 19 Juni 2014

Kisah Gadis Muslimah London, Selamat dari Pembunuhan Berkat Al Qur’an

Lagi-lagi pagi ini dapat kiriman kisah yang menggetarkan hati, langsung saja mari kita simak kisah nyata berikut ini :

Kisah Gadis Muslimah London, Selamat dari Pembunuhan Berkat Al Qur’an

Kisah nyata ini dialami oleh seorang gadis Muslimah asal Arab yang tinggal di London. Suatu hari ia memenuhi undangan temannya hingga tengah malam. Meski rumahnya jauh, ia harus pulang malam itu juga.

“Naik bus saja ya. Meski agak lama tapi relatif lebih aman daripada kereta (subway). Di sini sering terjadi tindak kejahata dan pembunuhan di malam hari, apalagi di stasiun bawah tanah yang biasanya sepi,” temannya menasehati ketika ia berpamitan pulang.

Gadis muslimah ini hanya berpikir bagaimana caranya agar ia cepat sampai di rumah. Karenanya ia memutuskan naik kereta api. Dan ternyata benar. Stasiun sepi. Di ruang tunggu, ia melihat seorang laki-laki yang mencurigakan. Hanya mereka berdua yang ada di sana. Sempat takut, tapi ia kemudian cepat menenangkan diri. Ia berlindung kepada Allah dan membaca surat-surat Al Qur’an yang dihafalnya. Ia pun berhasil melewati laki-laki tersebut dengan aman, lalu naik kereta dan tibalah ia di rumahnya.

Keesokan harinya, gadis Muslimah ini dikejutkan dengan berita pembunuhan yang ia baca di surat kabar. Pembunuhan itu terjadi di stasiun yang sama, persis lima menit setelah kepergiannya meninggalkan stasiun itu. Di berita itu juga disebutkan, polisi berhasil menangkap pembunuhnya.

Penasaran dengan peristiwa itu, ia datang ke kantor polisi untuk melihat siapa pembunuhnya. Ternyata pelaku adalah laki-laki yang telah dilihatnya semalam. Setelah meyakinkan polisi, ia diberikan kesempatan bertanya kepada laki-laki tersebut.

“Apakah engkau mengingatku?” tanya gadis Muslimah itu.
“Apakah aku mengenalmu?” jawab laki-laki itu sambil berusaha mengingat gadis di depannya.
“Aku bertemu denganmu di stasiun sebelum kejadian tersebut”
“Ya, aku ingat sekarang”
“Mengapa engkau membiarkan aku, tidak membunuhku saat itu?”
“Jangan bercanda. Bagaimana aku akan membunuhmu sementara ada dua pengawal berbadan besar yang mengikutimu?”

Allahu akbar! Rupanya Allah menyelamatkan gadis muslimah itu dengan mengirimkan dua penjaga untuknya. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi semalam.

Saudariku sahabat webmuslimah, kapan pun engkau merasa terancam bahaya, berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pelindung dan tidak ada pelindung kecuali Dia. Kapan pun engkau merasa takut, bergantunglah hanya kepadaNya. Ingatlah Dia, niscaya Dia mengingatmu. Berdoalah kepadaNya dengan doa yang sungguh-sungguh, niscaya Dia mengabulkan doamu.

Seperti kisah nyata yang ditulis Syaikh Ahmad Abduh Iwadh dalam buku La Tai’asu min Ruuhillah (Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah) di atas. Ketika seorang hamba benar-benar berdoa, berlindung dan bergantung kepadaNya, maka Dia akan melindunginya dengan berbagai cara yang kadang-kadang hambaNya sendiri tidak tahu bahwa Allah melindunginya dengan caraNya.

Dan janganlah kosongkan dirimu dari Al Qur’an. Hafalkanlah firman-firmanNya, sesuai kemampuan dan kesanggupanmu. Sesungguhnya dengan menghafal Al Qur’an, engkau bisa membacanya kapan pun. Dan dengan membacanya, engkau mengingatNya. Ketika engkau menghayati maknanya, sesungguhnya engkau berusaha lebih dekat denganNya. Dan Dialah yang menjagamu dan menjaga seluruh penghafal Qur’an.

[Sumber: Webmuslimah.com]