Jumat, 07 Maret 2014

Kau ini bagaimana, atau aku harus bagaimana?


Kau ini bagaimana
Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kapir
Aku harus bagaimana
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai
Kau ini bagaimana
Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan
Aku harus bagaimana
Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku
Kau ini bagaimana
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana
Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain

Jumat, 21 Februari 2014

Impossible

Ahh denger husein nyanyi lagu ini di Indonesian Idol barusan keren banged, udah gitu maknanya ngena banged :(
Impossible - Lirik
I remember years ago
Teringatku bertahun lalu
Someone told me I should take
Ada yang bilang padaku agar
Caution when it comes to love
Berhati-hati jika berhubungan dengan cinta
I did, I did
Ya, aku tlah berhati-hati
II
And you were strong and I was not
Dan kau begitu kuat sedangkan aku tidak
My illusion, my mistake
Ilusiku, salahku
I was careless, I forgot
Aku ceroboh, aku lupa
I did
Ya aku lupa

Jumat, 13 Desember 2013

Maafmu...

Bukankah permintaan maaf adalah penyesalan dengan perbuatannya dan benar-benar paham tidak akan mengulanginya lg? Meski dengan alasan minta dimengerti sekalipun, apa yg dinamakan maaf jika terus menyakiti?
Sayangnya aku tau maafmu hanya akan mengulangi kesalahan yg sama, maafmu tidak akan membuat perubahan atas sikapmu, maafmu hanya lisan yg berucap, tanpa tindakan tanpa perlakuan..
Maafmu.. hanya mencoba mengerti tanpa mencoba memahami..
"Seperti meminta maaf telah mendorongku sampai jatuh, namun saat ku berdiri, kau mendorongku kembali sampai jatuh.."

Jumat, 23 Agustus 2013

[Cerpen #002] - My Destination



Selintas ku pandang jam di pergelangan tangan kiri ku, sudah hampir pukul 10, namun matahari masih enggan untuk muncul. Beberapa ku lihat orang berlalu lalang yang sebagian besar dari mereka menyerah, mundur, dan berbalik arah, sisanya hanya melihat-lihat, bahkan berfoto-foto layaknya di tempat rekreasi. Aku diam sejenak, berfikir bagaimana melewati jalan dihadapanku, aku berfikir tentangmu, lagi-lagi-dan-lagi-lagi tentangmu. Aku masih menunggangi kuda bermesinku, sepertinya mesin ini tak akan sanggup melewatinya, lalu aku tersadar  aku bukanlah sebuah mesin. Tangan dan kakiku tak akan rusak dan karatan. Aku sedikit berbalik arah, melihat sekeliling mencari tempat dimana aku bisa parkir. Kusiapkan beberapa barang yang bisa ku bawa, dan berharap mungkin bisa membantu ku di tengah perjalanan nanti, ku rogoh uang di saku celana ku, tak banyak memang, hanya beberapa lembar uang ribuan dan lima ribuan, dalam hati ku berdoa semoga ini cukup. Terbayang belasan kilometer berada di depan ku yang harus siap aku hadapi, ini jalan yang sama fikirku hanya sedikit dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Setelah memantapkan hati, aku siap untuk melangkahkan langkah pertamaku.

Kamis, 23 Mei 2013

Abil lagi diinterview sama tantehh υτεε ~

Pura-puranya latihan jadi wartawan gitu, wawancara keponakan yang centil, hehe :p 



Pewawancara : Tanteehh υτεε
Yang diwawancara : Zalfa Nabilah Rifa' (Abil)

Kameramen : Tanteehh υτεε
Lokasi wawancara : Kamar tanteeeh υτεε

Thx for watching :)

Senin, 20 Mei 2013

Yeeeeay "Isyarat Hati" dapet Apresiasi ~



 
Senengnyaahhhh......mau ngucapin syukur alhamdulillah kepada Allah SWT yang ngemudahin dan selalu memberikan saya jalan untuk ngeblog, makasih banyak untuk kedua orang tua saya, untuk kantor yang seringnya memfasilitasi (*eh) dan untuk semua temen-temen yang sering main ke blog ini dan untuk sobat bloger yang ada di belahan bumi manapun juga.. :D gak lupa banyak-banyak terimakasih khususnya untuk blog Blog Penghuni 60 yang memberikan saya apresiasi "Guest This Week versi Blog Penghuni 60" ini, jujur saya terharu :')

*ini apasih* hahhahahhaa... udah kayak acara award-award-an ajah hahahahhahhaa.. tapi beneran loh, gak nyangka n sekaligus seneng banged, padahal aku kan pendatang baru, postingannya juga belom banyak :') tapi semoga setelah dapet apresiasi kayak gini, aku jadi makin termotifasi untuk terus-terusan update postingan yang bisa berguna buat semuanya, sekali lagi makasih yaa Blog Penghuni 60  :* kiss n big hug sob ^___^

Jumat, 17 Mei 2013

[Cerpen #001] - Dalam Penantian


Aku tak bisa menyentuhmu, bahkan saat ini tubuhku berada dekat dengan mu. Jari jemari ku tertahan untuk tak sanggup menggapaimu. Masih saja aku belum terbiasa dalam situasi seperti ini, tak dapatkah kau melihatku begini, aku masih dalam penantian ku dan masih dalam kesepian ku. Lihat saja nanti saat kau datang kepadaku, tak akan ku biarkan kau membuatku hampa begini. Dalam pejaman matamu ku lihat kau begitu lelah menutupi ketidaksanggupanmu untuk bertahan hidup tanpa aku. Masih dapat ku lihat tatapan kosong mu itu, menatap pintumu yang selalu terbuka, mungkin anganmu menantikan kedatanganku, fikirku.