Jumat, 13 Maret 2015

Aku Rindu

Terbayang rupa meski kita belum berjumpa, terasa hangatnya dalam pelukanmu, meski hadir belum menyapa, aku tahu kau yang terbaik dari yang pernah ada. Pernahkah kita berjumpa? Pernahkah kita bertutur sapa?

Lihatlah untuk bertemu denganmu~ aku bertahan, meski berkali hancurnya harapan. Nantinya kau pantas saja marah, karna mengira kamu salah satu dari mereka. Lihat saja nanti, kau akan tersenyum dengan tingkah polah bodoh ku. Teruntuk yang kan menciptakan tawa dan yang kan menghapus tetesan air mata, lagi-lagi aku merindu, menggilai kamu yang entah ada dimana.

Selamanya kita pasti kan menjadi selamanya, namun belum tentu kita bertemu dimana. Cerita ini hanya akan ada di antara kita, aku dan kamu yang selalu terucap dalam doa, jodohku aku rindu.

Jumat, 27 Februari 2015

Kota Bunga


Aku disini cinta..
Kota yang dihiasi senyum dan tangis pertamamu..
Kau tahu seberapa jauh aku melangkah, menjauh, menghilang.. meredam segala rasa..
Hati tetap akan pilihannya.. kamu..

Bekerja keras aku hapus kamu
Dari segala ingatan tentang mu cinta..
Tapi kamu..
Semakin membekas tak terkelupas!

Sadari aku disini pun tak kan pernah sanggup menemuimu..
Aroma tubuhmu pun aku tak tahu..
Keajaiban yg kunanti itu belum juga datang..
Setidaknya aku tahu aku menapak pada tanah yang pernah kau pijak..

Kota Kembang, 27 Februari 2015
-Tee

Senin, 23 Februari 2015

Kembali sebelum ku Kau kembalikan

Aku yang terlalu pongah mengandalkan diri sendiri hingga lelah..

Lupa akan adanya Sang pengaturan waktu yang menempatkan segalanya disaat yang tepat..

Seakan tak dirasa telah menerima berjuta kenikmatan yang datang tanpa harus diharapkan..

Ketika yang lain harus bersusah, Allah memudahkan ku..

Sejauh langkah yang mulai letih..
Setinggi asa yang lelah ku daki..
Kembali ku bersujud sebelum ku Kau kembalikan kepangkuan-Mu..

Minggu, 22 Februari 2015

Kalajengking

Postingan yang ini harap dilewatin aja yaa, gak baik untuk kesehatan, haha cuma mau publish aja kalo aku lagi marah kayak apa...

Ketika itu ada beberapa sahabat yang mencoba menusukku dari belakang.. yah begitulah kira-kira, saking sakitnya aku sampe ngepost ini di twitter :

"Dia memangsa hampir tak bersuara.. perlahan, tapi pasti. Ia menusuk cepat dan tepat.. lalu mangsanya mati!

Jadi ketika ia diam, jangan kau fikir ia lemah, tidak! Ia mencari titik kelemahanmu..
Dia tidak akan menggonggong untuk menarik perhatian banyak orang.. cukup dengan diamnya dia bisa membunuhmu!

Ia adalah kalajengking!"

Aku sedari kecil gak terbiasa dengan kata makian, jadi kalo marah yaa pake kiasan aahhaa.. yaudah iyaa kan barusan diawal udah dibilang postingan yang ini dilewatin aja. :D

Minggu, 30 November 2014

Penguji [hidup] ku

Pada akhirnya aku memutuskan untuk menetap, bukankah dalam setiap proses belajar memerlukan ujian? Dan kamu adalah orang yg aku pilih untuk mengujiku, keputusan berada sepenuhnya padamu, aku pernah gagal pada ujian yg sama dengan penguji yang berbeda, kali ini aku akan mengusahakannya lebih keras. Hasilnya? Tak berpengaruh besar padamu, sepenuhnya akan berpengaruh padaku, hidupku. Kau hanya perlu menetapkan satu diantara dua penilaian. Berhasil atau gagal. Jika berhasil, aku akan mendapatkanmu sebagai hadiah, bila gagal, biar aku sendiri mengevaluasi hasil belajarku yang payah. Hingga pada saatnya nanti aku begitu yakin akan mendapatkan penguji yang membuatku berhasil. Itu pasti!

Minggu, 16 November 2014

jam-dua-belas-siang

Tubuhku jauh melangkah maju mengikuti waktu, namun jiwaku entah tertinggal dimana, aku tahu kau kan terbahak mengetahuinya, tak sedikitpun aku meminta belas kasihmu, aku hanya ingin terlepas dari ini semua. Aku masih tak berdaya, kali ini mataku terasa panas, kepalaku sakit menyusun setiap kejadian yang berhamburan, tanganku masih bergetar, entah seberapa lama lagi aku cukup kuat menuliskan semuanya. Selama ini aku masih bersembunyi dalam pedihku, kututupi setiap keluh, melayang dalam senyum palsu. Badan ku lemas, masih ku coba terus untuk menuliskan semua, sempat berkali terlintas mungkin kali ini tiba waktu ku untuk berhenti bertahan, harus ku lepas segala harapan tersia-siakan. Tepat pukul dua-belas-siang semestinya diluar matahari sedang teriknya, tapi didalam sini aku menggigil kedinginan, memaksaku meletupkan kehampaan. -tee [jam dua belas siang]

Minggu, 10 Agustus 2014

Supermoon

Lagi natap bulan yg katanya supermoon nih, yaitu jarak terdekat antara bulan dan bumi, mau bikin puisi, takut disangka lagi galau terlebih lagi nanti dikira alay nulis puisi mulu hehe, mending nulis pesan aja kali yah... pesan ini untuk seorang pria yang saat ini entah berada dimana..

~~~~~~~~~~ ������ ~~~~~~~~~~~

Hai kamu yang disana..
Pria yang akan menjadi..
Imam ku didunia dan diakherat kelak
Dimana pun saat ini kau ada..
Kita belum bisa bersatu..
Belum saatnya..

Namun seandainya saat ini pula
Kau menatap bulan yang sama
Anggap kita sedang beradu pandang..

Dan bila kau taruh tangan mu
Tepat diatas detak jantungmu
Lalu kau rasa kan debarannya
Anggap itu detak jantung ku
Saat ketika aku memikirkanmu..

Sekali lagi coba kau hirup udara malam ini
Dan terpejamlah, rasakan...
Sudah pasti itu adalah udara yg sama..
Yang sama-sama aku hirup saat ini..

Sama seperti kita tak akan bisa
Menggenggam bintang
Tapi aku yakin saat ini
Aku dalam genggamanmu..
Seperti aku yakin kau tak akan
Tertukar dengan yang lain..

Jangan bersedih saat raga mu
Belum mampu mendekapku
Biarkan serahkan pada-Nya
Allah yang kan selalu menjagaku

Sama seperti bulan yang kadang
Terselimuti awan tak dapat dipandang
Namun tiada yang menyangkal keindahannya
Seperti itu keindahan kita nanti saat berjumpa
Belum terlihat namun telah ku yakini

Aku mencoba bangkit dan berdiri lagi
Demi menemukanmu
Demi bahagia bersamamu..

Oh hei kamu yang disana..
Jangan harap kau luput dari setiap doaku
Semoga kau selalu dalam lindungan-Nya..

-Tee

~~~~~~~~~~ ������ ~~~~~~~~~~~

Sabtu, 02 Agustus 2014

Bukan Hanya untuk Bertahan

Kau tahu badai?
Aku melewatinya hingga sampai kesini
Tidak sulit untukku
Tapi tidak juga semudah itu

Kau tentu tahu topan?
Aku bertahan dari terjangannya
Sepertiga tubuhku hancur terbawa
Dan ini murni yang tersisa

Jangankan gemuruh
Malam saja pun bisa mengiris-iris
Membuat pagi mengais peluh
Siang dengan kobaran teriknya
Dan senja mulai mengembalikan
Malam malam ku yg kelabu

Ini tanganku...
Yang kau genggam hingga ke ujung jurang ini,
Lalu kau menghilang dalam kabut itu,
Kau tahu langkahku tak bertuju
Aku tak dapat berjalan dalam gulita

Sisi-sisi lain mencoba mendorongku terjatuh
Bukan hanya raga yang mencoba bertahan
Tapi juga keyakinan bahwa
Aku pantas berada disini
Bahagia berdiri di atas sini

Aku tidak dapat menghapus sedih
Bahkan aku tak dapat mengembalikan yg pergi
Tapi air mata dapat mengubah dirinya
Dalam butiran yg menemani saat aku bahagia

Pada akhirnya
Aku ada sampai hari ini
Bukan hanya untuk sekedar bertahan
Tapi mengubah air mata itu
Menjadi senyuman..

Jumat, 01 Agustus 2014

Iya 'ada'

Adakah yang IA pertemukan tanpa maksud didalamnya.. Adakah yang telah IA rencanakan untuk dipertemukan tanpa tujuan bagi keduanya.. Lalu untuk apa IA menuntun jalanmu kembali menemuiku? Untuk tujuan apa kau kembali kesini..

Bagaimana bila ku mulai terbiasa dengan kehadiranmu? Bagaimana bila aku sudah lagi tak bisa tanpamu? Sementara kini kau mulai menjauh...

Kau mulai menyalahkan keadaan yang tak mampu aku mengubahnya.. tentang kamu tentang siapa kamu.. dan kau mulai berdoa semoga kamu memang bukan untukku.. sementara hati ku hanya senyum kecut membisu...

Aarghh adakah yang IA pertemukan untuk bertemu kembali hanya untuk IA pisahkan kembali....?